MORTALITAS


ANGKA MORTALITAS

          Mortalitas atau angka kematian menggambarkan proporsi kejadian kematian di masyarakat pada kelompok umur atau kelompok resiko tertentu. Angka kematian juga menggambarkan mutu pelayanan kesehatan di suatu wilayah. Angka kematian  umumnya diperoleh dari survey, namun demikian angka kematian dalam profil ini diperoleh melalui pencatatan dan pelaporan rutin bulanan jejaring di wilayah Puskesmas Tempeh.

Angka Kematian Bayi (AKB)

          Angka Kematian Bayi (AKB) menggambarkan jumlah bayi (umur <1 tahun) yang meninggal di suatu wilayah tertentu selama 1 tahun diantara jumlah kelahiran hidup di wilayah dan pada kurun waktu yang sama.

            AKB merupakan salah satu indikator tujuan MDG’s 4 dalam upaya menurunkan kematian bayi per 1000 kelahiran hidup, oleh karena itu banyak program kesehatan yang diselaraskan dalam upaya menurunkan angka kematian bayi. Semakin kecil AKB menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan yang semakin baik.

Berdasarkan data LB3 Anak Tahun 2015 terdapat kematian bayi sebanyak 7 bayi dari 762 kelahiran hidup (KH). Dari 7 bayi tersebut menurut jenis kelamin, 2 laki-laki dan 5 perempuan dimana tersebar di Desa Lempeni, Tempeh Tengah, dan Tempeh Kidul (Lampiran tabel 5). Capaian AKB ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, pada Tahun 2014 terdapat 7.8 per 1000 KH dan sekarang Tahun 2015 terdapat AKB sebesar 9.18 per 1000 KH. Ada kenaikan sebesar 1.35 per 1000 KH. Meskipun demikian, AKB di wilayah Puskesmas Tempeh masih berada di bawah target RPJMD kabupaten Lumajang yaitu sebesar 9 per 1000 KH dan MDG’s Tahun 2015 yaitu sebesar 23 per1000 KH.

Perbandingan angka kematian bayi dari Tahun 2013 sampai dengan 2015 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III.1 Cakupan Angka Kematian Bayi dari tahun 2013 - 2015


Uraian
2013
2014
2015

Jumlah kematian bayi
17
6
7

Jumlah kelahiran hidup
809
766
762

Angka per 1000 KH
21
7.8
9.18

Sumber: Profil Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang tahun 2013-2014 dan Profil Puskesmas Tempeh

Dari tabel diatas terdapat penurunan AKB yang cukup signifikan dari Tahun 2013 ke tahun 2014, tetapi ada sedikit peningkatan di tahun 2015 sebesar 1.35 per 1000 KH. Adapun penyebab kematian bayi pada Tahun 2015 dapat dilihat pada gambar III.1 dibawah ini;

Grafik Penyebab Kematian Bayi di Puskesmas Tempeh Tahun 2015

Upaya penurunan AKB yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang bersumber dana Bantuan Operasional Kesehatan meliputi: pemantauan bayi risti, pemantauan kesehatan bayi. Tanpa mengesampingkan kegiatan yang telah dilakukan secara rutin sesuai prosedur yang telkah ditetapkan.

Angka Kematian Balita (AKBAL)

          Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir, yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun, 11 bulan, 29 hari). Pada umumnya ditulis notasi 0-4 tahun. Angka Kematian Balita (AKBAL) adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 di suatu wilayah tertentu selama 1 tahun diantara per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi).

            Kematian balita di wilayah Puskesmas Tempeh tahun 2015 sebesar 7 balita dari 762 KH sehingga cakupan AKBAL adalah 9.18 per 1000 KH. AKBAL tersebut merupakan sumbangan dari adanya AKB, yaitu dari 7 kematian bayi. Jumlah AKBAL di wilayah Puskesmas Tempeh masih dibawah target RPJMD Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang yaitu 9.7 per 1000 KH. Dari Tahun 2014 sampai tahun 2015 di wilaayh Puskesmas Tempeh AKBAL sebesar 0.

            Adapun upaya yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya kematian bvalita salah satunya yaitu pemantauan kesehatan anak balita yang meliputi: pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi lengkap, pemberian vitamin A dan sebagainya.

Angka Kematian Ibu (AKI)

          Kematian ibu menurut definisi WHO adalah kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cidera. AKI juga menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjadi tujuan MDG’s 5 . AKI mengacu pada jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan, nifas dan bukan karena kecelakaan di wilayah Puskesmas Tempeh selama 1 tahun diantara jumlah kelahiran hidup di wilayah dan pada kurun waktu yang sama.

            Tahun 2015, tidak ada kematian ibu di wilayah Puskesmas Tempeh. Cakupan AKI menurun dari 2014 yang sebesar 1 ibu dengan penyebab adanya penyakit penyerta pada ibu hamil. Tren cakupan AKI dari Tahun 2013- 2015 dapat dilihat pada gambar berikut:

Capaian AKI di Puskesmas Tempeh Tahun 2013-2015

            Kegiatan tahun 2015 yang bersumber dana BOK memprioritaskan penanganan untuk penurunan AKI yaitu meliputi:

a.       Kelas Ibu

b.      Pemantauan Nifas Resiko Tinggi

c.       Pemantauan Ibu Hamil Resiko Tinggi

d.      Deteksi Dini Dalam rangka ANC terpadu

e.       Promosi Keluarga Berencana

Kegiatan untuk menurunkan AKI tetap diperlukan walaupun tidak ada kematian ibu di wilayah Puskesmas Tempeh. Kegiatan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), penyuluhan, penyediaan ambulan desa tetap digalakkan untuk mencegah adanya kematian ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar